+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Kenali Apa Itu Burnout dan Bagaimana Cara Mengatasinya

12 September, 2022   |   Silfiya

Kenali Apa Itu Burnout dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda merasakan stres secara terus-menerus sampai rasanya tidak berdaya, putus asa, bahkan sangat kelelahan? Kondisi demikian bisa jadi jalan menuju burnout. Masalah kesehatan mental tersebut juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik.

Setiap pekerjaan tentunya mempunyai tantangan, hambatan, serta kesulitannya masing-masing. Pada umumnya hal tersebut merupakan menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang merasa sangat lelah sehingga menjadikan pekerjaan tidak bisa dikerjakan dengan cepat dan menguras waktu. 

Akibat yang ditimbulkan dari semua ini adalah stres. Saat ini masyarakat sudah tidak asing lagi mendengar istilah stres. Stres akibat kerja diartikan sebagai suatu kondisi yang tercipta dimana faktor mengenai pekerjaan (work related factors) berinteraksi dengan faktor dalam diri karyawan, dan akan merubah kondisi fisiologis dan/atau psikologis sedemikian rupa sehingga memaksa seseorang menyimpang dari fungsi normalnya (Bernadin, 1990).

Apa Itu Burnout


Berdasarkan Help Guide, burnout adalah suatu kondisi kelelahan emosional, fisik, serta mental karena stres berlebihan dan berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat seseorang menjadi kewalahan, kelelahan secara emosional, dan rasanya tidak mampu menjalankan tanggung jawab keseharian. Pada saat stres berlanjut, orang yang sedang mengalami burnout dapat kehilangan minat dan motivasi pada semua hal.

Selain mengurangi produktivitas dan menguras energi, burnout juga dapat membuat seseorang sinis dalam memandang hidup sampai akhirnya merasa tidak bisa apa-apa. Efek negatif dari burnout lainnya juga dapat merembet ke segala aspek kehidupan seperti kehidupan pribadi di rumah, pekerjaan, sampai dengan hubungan dengan orang sekitar. Tidak hanya kesehatan mental bahkan kesehatan fisik lama-lama jadi terpengaruh.

Orang yang sudah sampai di level burnout jadi gampang sakit, rentan terkena penyakit jantung, serta diabetes. Berbeda halnya dengan penyakit lain yang muncul secara tiba-tiba, burnout akan terjadi setelah melewati beberapa tahapan.

Perbedaan burnout dengan stres biasa


Stress umumnya terjadi dalam jangka waktu pendek karena kondisi tertentu. Contohnya, pada saat menghadapi pekan ujian, tentunya anda akan merasa lebih stress daripada biasanya. Tetapi, pada saat masa ujian telah selesai, stress tersebut perlahan akan berkurang bahkan menghilang. 

Jika burnout, stres akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama atau berkepanjangan. Dapat juga disertai dengan perasaan putus asa, apatis, maupun hampa. apabila diibaratkan masa ujian, untuk orang yang mengalami burnout, setiap hari dalam beberapa bulan adalah pekan ujian yang menegangkan serta stressful.

Ciri-ciri Burnout


Ciri-ciri anda sedang mengalami burnout dapat anda dilihat dari gejala fisik, emosional, serta perilaku. Dibawah ini merupakan beberapa ciri-cirinya:

1. Kehilangan motivasi
Menurut Herbert Freudenberger, pada saat anda mengalami burnout, anda akan kehilangan motivasi atau semangat untuk bekerja. Anda akan memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang membuat stress dan frustasi. Setiap bekerja, anda akan merasa tidak mempunyai cukup energi untuk menyelesaikannya serta tidak jarang pula akan mengalami kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah biasa dikerjakan.
 
2. Merasa lelah terus menerus
Salah satu tanda burnout yang paling umum yakni  merasa lelah terus menerus atau capek. Rasa capek tersebut berbeda dengan capek yang sering dirasakan dan biasanya berlangsung lama atau berkepanjangan. Kelelahan tersebut bukan hanya fisik tetapi juga kelelahan secara emosional. Anda seperti tidak mempunyai energi untuk bangun pagi dan pergi bekerja.

3. Mudah sakit
Stress berlebih dan berkepanjangan dapat membuat daya tahan tubuh menjadi semakin menurun, akibatnya anda menjadi lebih mudah sakit. Adapun beberapa penyakit yang bisa terjadi akibat stress yakni penyakit pencernaan, sakit kepala, bahkan penyakit jantung.
 
4. Emosi tidak stabil
Burnout akan membuat mood anda mudah sekali berubah-ubah dan cenderung menjadi lebih sensitif. Contohnya, awalnya anda merasa senang, tetapi secara tiba-tiba merasa sedih dan mudah tersinggung. Perubahan emosi tersebut tentu saja dapat mempengaruhi pekerjaan dan komunikasi anda dengan rekan kerja lainnya.
 
5. Produktivitas menurun
Pada saat anda mengalami stres dan lelah yang berkepanjangan, anda akan merasa kesulitan untuk fokus dan merasa tidak mempunyai cukup energi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Hal tersebut akan membuat anda lebih sering menunda pekerjaan (prokrastinasi) dan butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dibanding biasanya. Ini sudah pasti mempengaruhi tingkat produktivitas anda yang tidak sebaik hari-hari biasanya dan akan mengakibatkan penumpukan pekerjaan.
 

Cara Mengatasi Burnout


Burnout yang tidak teratasi dengan baik bisa berdampak buruk untuk kesehatan fisik dan mental. Karena itu, apabila gejala atau ciri-ciri burnout muncul, Anda disarankan untuk mengatasinya dengan langkah berikut ini:

1. Membuat prioritas
Buatlah prioritas pekerjaan dari yang terpenting sampai ke yang kurang penting. Dengan demikian, Anda menjadi tahu mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.

2. Bicarakan dengan atasan
Komunikasikanlah dengan atasan mengenai kerisauan yang Anda rasakan. Pada saat Anda diberikan pekerjaan yang terlalu banyak, utarakan pada atasan bahwa pekerjaan tersebut membuat Anda terbebani dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya.

Apabila atasan Anda yang menjadi faktor terjadinya burnout di tempat kerja, coba ajak bicara bagian departemen sumber daya manusia (HRD) mengenai hal tersebut. Mereka mungkin akan mencarikan solusi yang tepat, contohnya memindahkan Anda ke tim yang lain.

3. Kurangi ekspektasi dan berikan apresiasi terhadap diri sendiri
Atur pola pikir anda dan bersikaplah realistis, sehingga Anda bisa menurunkan ekspektasi mengenai pekerjaan yang sedang dikerjakan. Dengan demikian, kecemasan dan stres pada tempat kerja bisa berkurang. Selain itu, jangan lupa untuk memberi apresiasi kepada diri sendiri terhadap prestasi yang sudah pernah dicapai.

4. Ceritakan kepada orang yang dapat dipercaya
Cobalah untuk menceritakan apa yang sedang Anda rasakan kepada orang-orang terdekat yang dapat Anda percaya. Walaupun tidak selalu mendapat solusi, cara tersebut bisa membantu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres pekerjaan.

5. Jaga keseimbangan hidup
Tetap menjaga keseimbangan hidup dengan baik. Anda juga perlu untuk bersantai dan melupakan pekerjaan sejenak dengan pergi bersama teman atau melakukan hal yang disukai seusai jam kerja berakhir. Hal tersebut bisa membuat pikiran kembali jernih dan Anda siap untuk bekerja kembali keesokan harinya.

6. Ubah gaya hidup
Terapkan gaya hidup yang sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Hal-hal tersebut bisa mendukung tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih mudah fokus, sehingga akan menurunkan risiko terjadinya burnout. Selain itu, Anda juga bisa untuk mencoba mencari hobi baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mengatasi burnout.

Burnout dalam pekerjaan tidak hanya berpengaruh pada hasil kerja, tetapi juga dapat merenggangkan hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda dan menurunkan kesehatan Anda. Karena itu, jika ciri-ciri burnout muncul, harus segera atasi dengan cara-cara di atas. Apabila cara tersebut telah diterapkan tetapi Anda masih tetap mengalami burnout, coba berkonsultasi kepada psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat atau mungkin pertimbangkan peluang kerja pada perusahaan lain.

7. Mengasingkan Diri Sementara
Saat teknologi komunikasi mampu menunjang produktivitas, hal tersebut dapat juga menyusupi kehidupan pribadimu dengan beban pekerjaan. Sehingga, anda perlu memasang batasan dan menemukan waktu pada saat anda tidak dapat diganggu dengan masalah pekerjaan.

8. Istirahat yang Cukup
Riset menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam dalam semalam akan lebih berisiko mengalami burnout. Selain itu, waktu tidur yang tidak sehat juga tidak baik untuk kesehatan dan kurangnya tidur dapat mengganggu performa serta produktivitas.

9. Mindfulness
Cobalah untuk menerapkan mindfulness dengan memusatkan seluruh perhatian pada aliran napas secara intens dan menyadari apa yang sedang anda rasakan setiap saat tanpa interpretasi maupun penilaian. Hal tersebut akan membantumu menghadapi situasi di tempat kerja dengan terbuka, sabar dan tanpa penilaian. Cobalah untuk tidak membiarkan pekerjaan yang menuntut atau yang tidak menguntungkan merusak kesehatan anda. 
 
10. Memberi self-reward pada diri sendiri
Mengatasi burnout yang mudah untuk dilakukan yakni memberi self reward kepada diri sendiri. Self reward tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berbelanja, membeli buku baru, sampai dengan hal-hal yang secara nilai akan membuat dirimu jauh lebih puas atau senang. Self reward bisa membuatmu menikmati waktu dengan diri sendiri dan mencoba untuk menghargai diri sendiri setelah burnout atau kelelahan secara maksimal.

11.  Cari kesibukan di luar kantor
Anda perlu menemukan sebuah hobi atau kegiatan yang dapat membuatmu bergairah di luar kantor. Anda bisa mencoba olahraga, fitness, atau bahkan menjadi volunteer komunitas untuk mendapatkan kesibukan di luar kantor.

12. Ambil Waktu Untuk Berelaksasi
Anda bisa melakukan relaksasi dengan meditasi, mendengarkan musik, membaca buku, atau hanya dengan berjalan-jalan serta mengunjungi teman dan keluarga. Relaksasi bisa mengendurkan emosi dan fisik akibat burnout. Hal tersebut dapat juga mendukung kesehatan diri secara menyeluruh apabila dilakukan dengan tepat dan efektif.
 

Kesimpulan

 
Setelah dijelaskan mengenai burnout di atas maka dapat disimpulkan bahwa burnout adalah suatu kondisi kelelahan emosional, fisik, serta mental karena stres berlebihan dan berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat seseorang menjadi kewalahan, kelelahan secara emosional, dan rasanya tidak mampu menjalankan tanggung jawab keseharian. Pada saat stres berlanjut, orang yang sedang mengalami burnout dapat kehilangan minat dan motivasi pada semua hal.
 
Itulah penjelasan mengenai burnout mulai dari penjelasan apa itu burnout, perbedaan burnout dengan stres biasa, penyebab burnout, ciri-ciri, sampai dengan cara mengatasinya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional di bidangnya apabila memang diperlukan, tentu. Bekerja memang dapat menjadi sumber stres utama bagi karyawan. Oleh karena itu, jangan lupa untuk tetap menjaga work-life balance anda.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda