+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Pentingnya Sikap Profesional Dalam Dunia Pekerjaan

7 September, 2022   |   Silfiya

Pentingnya Sikap Profesional Dalam Dunia Pekerjaan

Karyawan maupun pebisnis dituntut untuk mempunyai sikap profesional pada saat bekerja. Tetapi masalahnya, tidak sedikit yang paham mengenai ciri-ciri profesionalisme yang harus dimiliki oleh karyawan. Banyak orang yang menganggap bahwa profesionalisme hanya berputar pada sikap yang baik saja selama bekerja, tetapi sebenarnya lebih dari anggapan tersebut.

Mempunyai sikap profesional merupakan sebuah keharusan untuk semua karyawan maupun pebisnis dalam menjalankan pekerjaannya. Dimana karyawan yang mempunyai sikap profesional bisa memposisikan dirinya supaya mampu memahami mengenai tugas dan tanggung jawab, hubungan dan relasi, serta fokus dan konsisten mengenai urusan pekerjaannya. Selain itu di dalam dunia kerja sikap profesional menjadi sebuah hal yang penting karena akan berdampak positif bagi perusahaan maupun karyawan sendiri. 

Pengertian Profesional 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profesional adalah sebuah hal yang bersangkutan dengan profesi atau yang memerlukan kepandaian khusus dalam menjalankan pekerjaan yang mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya. Sedangkan profesional menurut para ahli yaitu :

-Kusnanto
Profesional menurut Kustanto adalah seseorang yang mempunyai kompetensi dalam suatu pekerjaan tertentu.

-Daryl Koehn
Profesional menurut Daryl Koehn adalah seseorang yang bisa memberikan pelayanan kepada klien.

-Oerip S. Poerwopoespito
Profesional menurut Oerip S. Poerwopoespito adalah salah satu sikap yang mengacu terhadap peningkatan kualitas profesi.

-Lisa Anggraeny
Profesional menurut Lisa Anggraeny adalah sebuah tuntutan untuk seseorang yang sedang mengemban amanahnya supaya mendapatkan proses serta hasil yang lebih optimal.

-Hary Suwanda
Profesional menurut Hary Suwanda adalah seseorang yang ahli dalam bidangnya serta dapat mengandalkan keahliannya tersebut sebagai mata pencahariannya.

-Budi Purnawanto
Profesional menurut Budi Purnawanto adalah beragam bagian dari sebuah proses, fokus kepada output serta berorientasi kepada para customer.

-Aholiab Watloly
Profesional menurut Aholiab Watloly adalah seseorang yang mempunyai sikap disiplin dan menjadi kerasan dalam pekerjaannya.

-Sudjana
Profesional menurut Sudjana adalah sebuah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak bisa atau tidak memperoleh pekerjaan lainya.

-Prayudi A
Profesional menurut Prayudi A adalah sebagai suatu usaha untuk menjalankan salah satu profesi berdasarkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang sehingga berdasarkan profesi itulah seseorang mendapatkan suatu imbalan pembayaran berdasarkan standar profesinya.

-Hamalik
Profesional menurut Hamalik adalah suatu profesi tersendiri, pekerjaan tersebut tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang tanpa mempunyai keahlian sebagai seorang guru. tentu banyak orang yang pandai berbicara, tetapi orang tersebut belum bisa disebut sebagai seorang guru.

-Ali
Profesional menurut Ali merupakan sebuah keahlian maupun kemampuan profesional tidak harus diperoleh dari jenjang pendidikan, namun bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu sehingga menjadi profesional.

-Bertens
Profesional menurut Bertens adalah berbagai sikap yang dilakukan oleh seseorang atas dasar cita-cita serta penerapan atas nilai-nilai yang telah  disepakati bersama. Contohnya saja komitmen bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan, menerapkan nilai kejujuran dalam kegiatan, dan lain sebagainya.

-Muhammad
Profesional menurut Muhammad adalah segala sikap seseorang dalam melakukan pekerjaan keseharian dengan didukung pada dedikasi serta keahlian sehingga mempunyai sebuah komitmen untuk bertanggung jawab atas apa yang menjadi hak serta kewajibannya.

Konsep Profesional 


Berdasarkan penelitian yang dikembangkan oleh Hall, konsep profesional adalah untuk melihat bagaimana seorang profesional memandang profesinya yang mana konsep profesional sendiri dapat dibagi menjadi lima, yaitu: 

-Community Affiliation 
Afiliasi komunitas menggunakan ikatan profesi sebagai acuan. Melalui ikatan tersebut, para profesional dapat membangun kesadaran profesi mereka. 

-Autonomy Demand 
Autonomy demand adalah sebuah pandangan di mana seorang profesional harus bisa membuat keputusan sendiri tanpa tekanan dari pihak lain. Sikap mandiri tersebut lahir dari kebebasan melakukan yang terbaik menurut seorang profesional dalam situasi tertentu. 

-Belief Self Regulation 
Belief self regulation artinya seorang yang berwenang memberi sebuah penilaian terhadap hasil kerja profesional adalah rekan sesama profesi, bukan mereka yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu dan pekerjaan tersebut.

-Dedication
Tercermin dari seorang profesional yang menggunakan pengetahuan serta  kemampuan yang dimiliki dalam hal menuntaskan sebuah pekerjaan. Sikap tersebut merupakan ekspresi dari pencurahan diri yang total terhadap pekerjaan. 

-Social Obligation 
Social obligation merupakan sebuah pandangan mengenai pentingnya profesi dan  manfaat yang didapat baik oleh profesional maupun masyarakat karena dengan adanya pekerjaan tersebut.

Etika Profesional


Etika profesional meliputi prinsip dalam perilaku untuk para profesional yang dirancang dengan baik untuk tujuan praktis maupun idealistis. Sebuah etika profesional ditetapkan oleh organisasi profesi untuk para anggotanya yang dengan secara sukarela menerima sebuah prinsip perilaku profesional. 

Kode etik sangatlah berpengaruh untuk reputasi serta kepercayaan masyarakat atas suatu profesi. Kode etik sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa yang selaras dengan perubahan dalam praktik yang dijalankan.

Hal Pokok yang Harus  Dimiliki Oleh Seorang Profesional 

Terdapat tiga hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang profesional, yakni: 
-Skill
Seseorang harus ahli dalam sebuah bidang tertentu. 

-Knowledge
Menguasai dan mempunyai wawasan yang luas mengenai ilmu lain yang berkaitan dengan bidangnya.

-Attitude
Seorang profesional harus mempunyai etika yang diterapkan dalam bidangnya.

Syarat-Syarat Profesional


Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahun 1988 telah menetapkan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional,  diantaranya adalah sebagai berikut :

-Atas dasar panggilan hidup yang telah dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama.
-Telah mempunyai pengetahuan serta keterampilan khusus.
-Dilakukan sesuai dengan teori, prinsip, prosedur, serta anggapan-anggapan dasar yang telah baku sebagai pedoman dalam melayani klien.
-Sebagai pengabdian kepada masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan finansial.
-Mempunyai kecakapan diagnostik serta kompetensi aplikatif dalam melayani klien.
-Dilaksanakan secara otonom yang dapat diuji oleh teman-teman seprofesi.
-Memiliki kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, serta pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan.

Ciri-Ciri Profesionalisme yang Harus Dimiliki Karyawan


Profesionalisme mencakup perilaku serta kemampuan seorang karyawan dalam mengaplikasikan nilai-nilai perusahaan di tempatnya bekerja. Sikap tersebut pun menuntut karyawan supaya mampu memenuhi ekspektasi atasan terhadap dirinya. Profesionalisme sangat diperlukan supaya karyawan atau pebisnis dapat mencapai kesuksesan dalam bekerja.

Profesionalisme tidak hanya terbatas pada penggunaan pakaian formal maupun cara berbicara pada saat bekerja. Sikap profesionalisme harus ditunjukkan juga lewat perilaku karyawan selama berada di lingkungan kerja. Karyawan tidak hanya bekerja, tetapi juga bersosialisasi dengan teman kerja maupun klien, sehingga dibutuhkan profesionalisme agar pekerjaannya lancar.
ciri-ciri profesionalisme yang harus diaplikasikan karyawan pada saat bekerja : 

-Bertanggung jawab
Profesionalisme dapat ditunjukkan melalui sikap tanggung jawab dalam pekerjaannya. Mereka juga harus tetap mentaati komitmen yang sudah mereka buat selama bekerja. Tanggung jawab ditunjukkan melalui sikap yang datang tepat waktu serta mampu menyelesaikan tugasnya sampai tuntas sesuai dengan deadline.

-Berperilaku Etis
Profesionalisme diwujudkan juga dalam sikap etis selama bekerja. Anda harus bersikap jujur serta menghargai teman kerja maupun klien sebagai bagian dari sikap etis. Perusahaan juga  menginginkan karyawan yang mampu bersikap etis dan akan menjadikannya sebagai bagian dari kode etik yang wajib dipatuhi.

-Terorganisasi
Karyawan yang profesional akan berusaha supaya semua pekerjaannya terorganisasi, termasuk meja kerjanya. Sikap tersebut membuat karyawan semakin efektif dalam bekerja sehingga akan meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi. Perencanaan yang terorganisir bisa  menghindari terhambatnya penyelesaian tugas.

-Terbuka
Sebuah kesalahan sangat tidak diharapkan dalam bekerja, apalagi pada saat karyawan telah  memberikan usaha terbaiknya. Tetapi, terbuka terhadap kesalahan merupakan bagian dari ciri-ciri profesionalisme. Mereka berani menanggung sebuah kesalahan yang telah dibuat dan berusaha untuk memperbaikinya. Sikap tersebut menandakan juga bahwa karyawan tersebut  mempunyai keinginan belajar yang tinggi.

-Percaya Diri
Sikap percaya diri termasuk dalam bagian profesionalisme. Karyawan harus menunjukkan sikap percaya diri pada saat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan kerja. Saat kondisi tidak baik, karyawan harus bisa tetap bersikap tenang. Percaya diri tidak berarti bersikap sombong, justru Anda harus tetap rendah hati serta sopan saat berbicara maupun presentasi.

-Berintegritas
Integritas ditunjukkan melalui perkataan yang selaras dengan perbuatannya. Integritas juga berarti mengusahakan supaya pekerjaan yang diberikan dapat diselesaikan. Membalas pesan yang masuk dari orang lain sesegera mungkin pun merupakan bentuk integritas Anda sebagai karyawan.

-Ahli dalam Bidangnya
Karyawan profesional harus mempunyai keahlian dalam bidang pekerjaannya. Mereka harus mau belajar secara mandiri serta mengembangkan kompetensinya jika belum merasa cukup untuk bekerja. Pada intinya, sikap profesional tersebut akan mengurangi ketergantungan untuk minta bantuan ke karyawan lain sehingga akan berujung pada terhambatnya pekerjaan.

-Memisahkan Hal Pribadi dan Pekerjaan
Work-life balance memang menjadi kebutuhan setiap karyawan, tetapi profesionalisme mengharuskan karyawan untuk memisahkan keduanya. Mereka harus tetap fokus dengan tugas kantor saat berada di jam kerja. Pemisahan tersebut harus terwujud juga pada saat berkomunikasi dengan teman kerja di kantor.

-Mampu Mengendalikan Emosi
Lingkungan kerja terdiri dari berbagai macam sifat manusia diantaranya pasti ada yang memancing emosi. Bersikaplah profesional dan kendalikan emosi, terutama pada saat berhadapan dengan lawan bicara. Sikap tenang saat menghadapi masalah akan membuat Anda mampu berpikir secara  rasional dan tidak gampang menghakimi orang.

-Fokus
Sikap terakhir yaitu menunjukkan profesionalisme dalam bekerja. Karyawan paham mengenai tujuan dan tugasnya dan akan berusaha fokus untuk menyelesaikannya. Fokus pada pekerjaan akan meningkatkan produktivitas sehingga kualitas kerja semakin meningkat.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda