+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Perbedaan HTTP dan HTTPS serta Pengertiannya

31 August, 2022   |   Inggihpangestu

Perbedaan HTTP dan HTTPS serta Pengertiannya

Hampir semua situs web sekarang merekomendasikan menggunakan protokol HTTPS. Jika Anda mempertimbangkan untuk beralih ke HTTPS tetapi belum yakin, kami akan  menjelaskan semuanya mulai dari perbedaan antara HTTP dan HTTPS hingga manfaat keamanan, kinerja, dan SEO. Ini juga menjelaskan bagaimana protokol HTTP dan HTTPS mentransfer data melalui Internet, peran penting sertifikat SSL, dan kekuatan dan kelemahan masing-masing protokol ini. Selamat membaca!
 

Perbedaan HTTP dan HTTPS


HTTP adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol, sebuah protokol untuk berkomunikasi antar sistem dan mengirimkan informasi dan data melalui jaringan. HTTPS adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure dan mirip dengan HTTP tetapi menggunakan SSL/TLS untuk mengamankan proses transfer data. HTTPS mengamankan koneksi dengan protokol keamanan digital menggunakan kunci kriptografik untuk mengenkripsi dan memverifikasi data. Mengamankan domain Anda menggunakan HTTPS memerlukan sertifikat SSL/TLS. TLS sekarang menjadi standar umum untuk HTTPS, tetapi sebagian besar sertifikat SSL mendukung protokol SSL dan TLS.
 

Cara Kerja HTTP


HTTP adalah protokol lapisan pada sebuah aplikasi yang digunakan web browser dan web server untuk berkomunikasi lewat internet. Saat Anda membuka atau berinteraksi dengan halaman web, browser web Anda mengirimkan permintaan HTTP ke server asal yang menghosting file situs web. Permintaan ini pada dasarnya adalah sebaris teks yang dikirim melalui Internet. Sambungan kemudian dibuat antara browser dan server, dan server memproses permintaan dan mengembalikan respons HTTP. Artinya pengunjung website dapat mengakses website Anda.
 

HTTP dan HTTPS: Mana yang Lebih Baik untuk Website Saya?


Dalam secara teknis, tidak ada jawaban yang benar. Itu semua tergantung pada jenis situs web yang Anda miliki online dan data yang Anda kelola. Misalnya, situs web portofolio sederhana memiliki persyaratan keamanan yang berbeda dari situs e-niaga yang menerapkan fitur keanggotaan dan sistem pembayaran digital. Direkomendasikan agar HTTPS menjadi default untuk semua situs web, terlepas dari apakah situs web tersebut menangani informasi sensitif. Selain itu, mengaktifkan sertifikat SSL di situs web Anda memiliki banyak manfaat. Pertimbangkan faktor-faktor berikut saat memutuskan apakah akan menggunakan HTTP atau HTTPS:

1. Keamanan

Penting untuk menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat dan memberikan pengalaman menjelajah yang aman di situs web. Menurut penelitian GlobalSign, 77% pengunjung khawatir bahwa pihak ketiga yang jahat dapat menyalahgunakan atau mencegat informasi pribadi. Tentu saja, dalam hal perbedaan antara HTTP dan HTTPS,  HTTPS lebih baik dalam hal keamanan. Protokol HTTP standar tidak mengenkripsi koneksi. Ini berarti bahwa baris teks dalam permintaan atau respons HTTP dapat dilihat oleh siapa saja yang mengamati koneksi, termasuk penjahat dunia maya. Jika isi hanya berisi informasi umum, seperti cara memuat halaman web publik, HTTP standar tidak menjadi masalah. Namun, menggunakan HTTP tidak terenkripsi dapat menimbulkan risiko keamanan yang signifikan jika ada data sensitif seperti nama pengguna, sandi, atau detail kartu kredit. Karena informasi ini dapat dilihat oleh siapa saja, pada akhirnya dapat menyebabkan pelanggaran privasi, peretasan, dan pencurian identitas. Pengguna dapat mengetahui apakah mereka mengunjungi situs web yang menggunakan HTTP dengan memeriksa dua faktor. Pertama, ikon dapat menampilkan tanda seru (!) atau kata "Saya tidak tahu" di depan URL situs web (Uniform Resource Locator). Lansiran yang muncul juga dapat memperingatkan pengguna untuk tidak memasukkan informasi sensitif atau rahasia di situs Anda. Kemudian URL situs web dimulai dengan http://. HTTPS = HTTP + SSL Untuk mencegah informasi yang berisi data sensitif terekspos, situs web menggunakan sertifikat SSL untuk membuat koneksi  aman antara server web dan browser dan untuk menangani permintaan dan tanggapan HTTP. Transmisi harus dilindungi. Jadi salah satu perbedaan utama antara HTTP dan HTTPS adalah penggunaan sertifikat SSL. HTTPS mengenkripsi proses transfer data sehingga Anda tidak dapat dilacak oleh peretas atau orang lain yang memantau koneksi Anda. Data menjadi semakin sensitif, sehingga sulit untuk diubah, diubah, atau dicuri informasi saat transit. Protokol SSL/TLS menerapkan otentikasi pengguna untuk melindungi informasi dan mencegah data diungkapkan kepada pihak ketiga yang tidak berwenang.

2. Authority (Wewenang)

HTTPS lebih baik untuk membangun kepercayaan dengan audiens Anda. HTTPS kini telah menggantikan HTTP sebagai standar untuk semua situs web. Pada September 2021, laporan transparansi Google menunjukkan bahwa 99% waktu penjelajahan pengguna di Chrome ada di situs web HTTPS. Faktanya, sekitar 30% pengguna pertama kali memeriksa apakah mereka melihat ikon gembok saat mengunjungi situs web. Dengan demikian, ada banyak manfaat menggunakan HTTPS untuk situs web pribadi, toko e-niaga, situs web bisnis, dan banyak lagi. Situs web yang menggunakan SSL/TLS lebih terlindungi dari pelanggaran dan kebocoran data, serta lebih tepercaya dan dapat dipercaya. HTTPS tidak hanya membantu melindungi reputasi situs web Anda, tetapi juga dapat meningkatkan kunjungan dan menurunkan rasio pentalan Anda. Semakin lama pengunjung berada di situs web Anda, semakin besar kemungkinan mereka menghasilkan prospek. Misalnya, situs yang menggunakan HTTPS mungkin mengalami tingkat pendaftaran, pembelian, atau unduhan yang tinggi. Di sisi lain, sekitar 84% pengguna cenderung meninggalkan keranjang belanja online mereka ketika situs web mereka masih menggunakan HTTP.
 

Manfaat dalam Hal SEO


Google juga tidak hanya merekomendasikan agar semua website untuk menggunakan HTTPS untuk keamanan yang lebih terjaga, tapi juga akan memberikan kesempatan mendapatkan ranking yang lebih tinggi dari halaman hasil mesin pencari (SERP). Ini dibuktikan dengan sebuah studi dari Rank Ranger yang menemukan bahwa pada tahun 2018, 70% dari hasil pada halaman pertama Google adalah website yang menggunakan HTTPS. Pertimbangannya adalah seperti ini: misalnya, website kompetitor mungkin sangat mirip dengan website Anda dalam berbagai macam aspek, seperti konten, kecepatan, dan backlink. Tapi, website mereka sudah menggunakan HTTPS, sementara website Anda masih menggunakan HTTP. Karena website HTTPS lebih diutamakan oleh Google, tentu saja website kompetitor akan lebih unggul dari website Anda dalam hal ranking di SERP. Nah, pada akhirnya, traffic yang akan mengarah ke website mereka pun akan lebih tinggi daripada website Anda. Tentu saja Anda tidak mau ini terjadi pada website Anda, kan?
 

Kecepatan dan Performa


Keuntungan lain menggunakan HTTPS daripada HTTP adalah situs web memuat lebih cepat dan memiliki kinerja yang lebih lancar dengan HTTPS, terutama saat menggunakan server yang mendukung HTTP/2. HTTP/2 mendukung enkripsi HTTPS untuk melengkapi protokol keamanannya. Salah satu fitur HTTP/2 adalah mengurangi latensi dengan konsumsi sumber daya yang rendah dan memaksimalkan efisiensi bandwidth. HTTPS juga merupakan pilihan yang lebih baik untuk memuat situs web di perangkat seluler, terutama saat menggunakan Accelerated Mobile Pages (AMP). AMP adalah kerangka kerja komponen web yang dikembangkan oleh Google yang mengoptimalkan pengalaman menjelajah bagi pengguna perangkat seluler dengan membuat konten situs web dimuat lebih cepat. Koneksi yang aman dan terenkripsi diperlukan agar versi AMP situs web Anda dapat dilihat oleh mesin telusur. Jadi menggunakan HTTPS memang sangat penting. Apalagi sekarang hampir semua orang menggunakan perangkat seluler untuk menjelajah web.
 

Manajemen Traffic Rujukan


Menggunakan HTTPS membantu menyimpan data referensi. Ini adalah pertimbangan penting ketika mempertimbangkan strategi SEO Anda. Lalu lintas rujukan adalah semua kunjungan yang diterima situs Anda dari sumber selain lalu lintas langsung. Sebagai contoh, ketika pengunjung datang ke situs web Anda melalui backlink, iklan, atau media sosial, kunjungan tersebut diklasifikasikan sebagai lalu lintas rujukan. Dengan mengaktifkan HTTPS, Anda dapat mengidentifikasi sumber lalu lintas situs web yang paling andal dari dasbor analitik Anda. Di sisi lain, perangkat lunak analitik seperti Google Analytics sering mengklasifikasikan lalu lintas dari sumber rujukan HTTPS sebagai lalu lintas langsung ke situs web HTTP.
 

Resiko dan Tips untuk Beralih dari HTTP ke HTTPS


Jika situs web Anda mengalami eror atau masalah terkait SEO setelah beralih ke HTTPS, jangan khawatir. Hal ini sering terlihat pada awal proses. Misalnya, beberapa situs web mungkin mengalami penurunan lalu lintas sementara karena peringkat SERP yang rendah. Berikut adalah beberapa risiko umum yang dapat terjadi dengan peralihan HTTP dan HTTPS dan cara menghindarinya adalah sebagai berikut.

1. Pengunjung Tidak Bisa Mengakses Halaman Tertentu

Setelah beralih ke HTTPS, periksa tautan internal situs web Anda. Penting untuk memperbarui tautan ini untuk mengalihkan ke situs web HTTPS yang baru. Jika tidak, pengunjung mungkin diarahkan ke halaman kesalahan atau melihat pesan "Situs web ini tidak tersedia". Langkah ini diperlukan saat menggunakan tautan internal absolut seperti: Misalnya: https://www.yourwebsite.com/judul-page. URL absolut berisi seluruh alamat situs web, mulai dari protokol dan nama domain hingga jalur atau lokasi halaman dalam sistem folder situs web. Situasinya berbeda saat menggunakan URL relatif yang hanya berisi jalur URL, seperti: judul halaman. URL relatif tidak menggunakan alamat web lengkap, sehingga dianggap milik situs web yang sama dan menjadi bagian dari domain akar yang sama.

2. Crawling dan Indexing Website Anda Terganggu

Risiko potensial lainnya setelah beralih ke HTTPS adalah mesin telusur seperti Google mungkin mengalami masalah saat merayapi dan mengindeks situs Anda. Perayapan adalah proses di mana Google menggunakan AI untuk mengunjungi halaman web dan "membaca" kontennya. Ini kemudian mencantumkan semua halaman yang dirayapi dalam indeks Google sehingga hasilnya dapat ditampilkan sesuai dengan permintaan pencarian pengguna. Anda dapat menggunakan akun Google Search Center situs Anda (sebelumnya Alat Webmaster Google) untuk memeriksa kesalahan perayapan atau pengindeksan. Untuk menghindari masalah ini, pemilik situs web harus melakukan hal berikut: 

- Buat redirect URL.

Pastikan semua halaman di situs web Anda dialihkan ke versi HTTPS. Pengalihan sangat penting selama proses perayapan karena membantu mengarahkan mesin telusur untuk mengganti URL yang tercantum dalam indeks dengan yang baru. Jika tidak, pengunjung Anda mungkin mendapatkan kesalahan 404. Jika tidak ditangani, ini dapat menyebabkan peringkat situs web turun dari waktu ke waktu serta rasio pentalan meningkat dan lalu lintas turun. Pada akhirnya, ini dapat membahayakan strategi SEO situs web Anda.

- Perbarui sitemap Anda.

Mirip dengan pengalihan URL yang membantu mesin telusur merayapi laman HTTPS baru, memperbarui peta situs Anda membantu mesin telusur mengindeks konten situs web baru dengan cepat. Langkah ini juga penting untuk SEO karena sitemap berisi informasi penting tentang website Anda, seperti: Frekuensi pembaruan, lokasi setiap halaman web, dan pentingnya setiap halaman. Memperbarui peta situs Anda akan mengingatkan mesin pencari bahwa situs Anda tidak memiliki konten duplikat. Ini bisa menjadi masalah dari sudut pandang SEO.

3. Error Konten yang Tercampur

Jika browser Anda mencoba memuat situs web yang hanya mengaktifkan SSL/TLS, Anda mungkin mendapatkan eror konten campuran. Browser Anda mungkin menerima peringatan “Not Secure” atau “Not Fully Secure“. Seringkali penyebabnya adalah kesalahan konfigurasi saat proses instalasi. Jenis kesalahan ini terjadi ketika HTML situs web menggunakan HTTPS, tetapi halaman web masih berisi elemen yang dimuat melalui HTTP biasa. Misalnya, browser web menerima halaman web yang aman, tetapi halaman web tersebut berisi konten yang tidak aman seperti gambar, video, atau skrip. Kesalahan konten campuran WordPress dapat diperbaiki menggunakan plugin SSL seperti SSL Sangat Sederhana. Jika Anda menggunakan CMS lain, silakan ikuti tutorial untuk memperbaikinya (Joomla atau Magento). Atau, perbaiki kesalahan secara manual dengan memodifikasi file kode sumber halaman web dan mengganti http:// dengan https://.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda