+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Apa itu Marketplace beserta Jenis dan Contoh Penerapannya

31 August, 2022   |   Inggihpangestu

Mengenal Apa itu Marketplace beserta Jenis dan Contoh Penerapannya

Proses transaksi jual beli saat ini menggunakan perangkat dengan jaringan internet. Oleh karena itu, pemrosesan pembayaran dan pengiriman barang hanya dapat dilakukan  dengan menggunakan perangkat elektronik. Pasar adalah salah satu peran bisnis terpenting dalam platform e-commerce saat ini. Situs e-commerce menawarkan berbagai fitur dan kemudahan dalam hal penggunaan dan efektivitas dalam pembelian barang dan jasa dimanapun Anda berada. Artikel ini merinci apa itu marketplace, jenis platform marketplace, dan contohnya. Anda dapat melihat fungsi, cara menggunakannya, dan perbedaannya dari online shop.
 

Apa itu Marketplace


Jadi apa itu Marketplace? Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli di berbagai toko online. Marketplace kurang lebih merupakan platform yang mengemas konsep marketplace tradisional secara online. Untuk lebih memahami apa itu Marketplace, pertama-tama mari kita lihat sejarah singkatnya. Jadi pelopor pasar adalah Amazon. Pasar itu sendiri tidak populer sampai tahun 1995. Tahun itu, Amazon dan eBay mulai tumbuh secara signifikan, menjadi pasar paling populer di antara penjual dan pembeli Amerika. Seiring dengan perkembangan tersebut, Bank of America juga meluncurkan online banking pertamanya, yaitu Presidential Bank, di tahun yang sama. Seiring berjalannya waktu, pasar berkembang di berbagai negara termasuk Indonesia. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lainnya. Marketplace Indonesia ini begitu sukses hingga beberapa marketplace bahkan disebut sebagai startup unicorn Indonesia. Berbelanja di Marketplace merupakan salah satu pilihan yang tepat karena keamanannya. Semua transaksi diatur pasar dan penjual berkewajiban mengembalikan barang setelah menerima pembayaran. Marketplace juga menjamin kemudahan dan kenyamanan pengguna.
 

Jenis Marketplace


Marketplace juga terbagi menjadi dua bagian sesuai dengan fungsinya. Berikut merupakan penjelasan mengenai jenis-jenis marketplace sebagai berikut.

1. Marketplace murni

Jenis yang pertama adalah marketplace murni, yang berperan penting sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Di sini, penjual dapat melakukan berbagai transaksi merchandise, mengatur pembayaran, melihat informasi merchandise, dan lainnya. Online Marketplace hanya bertindak sebagai perantara dan mengirimkan Produk ke Pembeli. Oleh karena itu, penjual barang dagangan dapat lebih fleksibel mengelola dan mengelola berbagai aktivitas mereka sesuai dengan peraturan masing-masing platform. Pembeli juga bebas mengedit penawaran harga dari Platform ke Penjual Produk tanpa aturan yang mengikat. Penjual juga wajib melampirkan informasi dan data yang lengkap dan terperinci mengenai produk yang dijual. Untuk memfasilitasi dan membujuk pembeli untuk membeli produk. Deskripsi produk Anda juga harus sesuai dengan sifat dan bentuk produk untuk menjaga keaslian toko dan merek Anda.

2. Marketplace konsinyasi

Selain itu, ada juga jenis marketplace konsinyasi, yaitu jenis pasar online yang hanya dapat diakses oleh penjual untuk mengirimkan produk mereka. Intinya penjual hanya bisa menawarkan produk dan mengirimkan deskripsi detail pada produk. Dalam jenis ini, segala  bentuk transaksi beli atau jual dikirim ke platform. Penjual hanya mengirimkan barang. Proses penetapan harga dilakukan oleh platform itu sendiri. Contoh platform yang telah menerapkan pasar konsinyasi adalah Zalora dan Berrybenka. Perbedaan mendasar dari marketplace online murni terletak pada tanggung jawab terhadap penjual produk dan proses transaksi.
 

Jenis Marketplace Berdasarkan Target Pembeli


Nah, itulah 2 jenis pada marketplace berdasarkan hubungan kerjasamanya. Selanjutnya kita akan membahas tentang jenis marketplace berdasarkan target pembeli sebagai berikut.

1. Business to Consumer (B2C)

Di marketplace B2C ini, semua aktivitas jual beli, logistik, dan pengiriman barang dikelola oleh marketplace, bukan oleh penjual. Marketplace B2C juga biasanya memiliki gudang sendiri dengan proses yang lebih kompleks untuk menjadi penjual. Keuntungan dari marketplace B2C ini adalah Anda tidak perlu khawatir dengan pengemasan dan pengiriman. Hal ini memungkinkan Anda untuk fokus untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pada produk yang Anda jual. Contohnya marketplace B2C seperti Lazada, Shopee, Tokopedia. 

2. Business to Business (B2B)

Marketplace jenis ini menargetkan pembeli yg pula pemilik usaha & memungkinkan terjadinya penjualan antara pelaku usaha satu menggunakan yg lainnya. Contoh marketplace B2B ini merupakan pemilik usaha pakaian, engkau sanggup untuk membeli material dasar yg diperlukan buat menciptakan pakaian, & material ini sanggup dihasilkan dalam perusahaan yg menjual kain pada jumlah yg sangat besar.
 

Contoh Marketplace


Nah, selanjutnya kita akan masuk pada pembahasan mengenai tentang contoh pada marketplace yang berada di Indonesia, maupun di luar Negeri. Sehingga, anda dapat mengetahui beberapa jenis platform yang sering digunakan untuk melakukan transaksi jual beli online.

1. Pasar daring di dunia

Saat ini persaingan pada pasar online sangat ketat di seluruh dunia. Salah satu yang paling populer adalah platform e-commerce. Dengan meningkatnya minat konsumen untuk membeli barang dan jasa secara online daripada menggunakan transaksi tradisional, maka banyak platform yang bermunculan. Alasan utama banyak konsumen beralih ke marketplace adalah karena pasar online biasanya menawarkan berbagai diskon dan potongan harga. Terdapat juga filter yang berkaitan dengan kategori produk, sehingga memudahkan pembeli untuk memilih berbagai macam produk yang sesuai dengan kebutuhannya. dan yang paling penting, untuk memudahkan konsumen berinteraksi dengan platform e-commerce melalui aplikasi yang diakses di perangkat elektronik tanpa batasan lokasi dan waktu. Pengiriman barang dan transaksi yang lebih cepat dan mudah. Misalnya, pasar paling terkenal di dunia dengan jaringan  luas adalah Amazon. Amazon, salah satu situs pasar online terbesar di dunia, didirikan pada tahun 1995. Situs ini didirikan oleh Jeff Bezos dan awalnya hanya menjual komoditas seperti bahan makanan, minuman, buku, dan elektronik. Sejauh ini, kami dapat mengakomodasi berbagai merek dan kategori produk yang lebih kompleks. Selanjutnya, Alibaba adalah contoh pasar terbesar kedua di Cina. Platform ini didirikan oleh Jack Ma, salah satu orang terkaya di dunia. Ratusan juta konsumen telah menjadi pelanggar terhadap Alibaba, yang telah mampu menguasai hampir 80% pasar online China daratan.

2. Pasar daring di Indonesia

Sekarang mari kita lihat contoh marketplace yang ada Indonesia. Industri e-commerce memiliki sejumlah besar startup yang mengembangkan produk. Karena target pasar  Indonesia untuk pasar online sangat besar. Contoh platform marketplace online  Indonesia antara lain Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, Shopee dan masih banyak lagi platform lainnya. Saat ini, Tokopedia merupakan salah satu startup yang tumbuh menjadi perusahaan kelas unicorn dengan valuasi yang tinggi. Perkembangan e-commerce di Indonesia sangat penting, sehingga banyak aplikasi untuk pengelolaan pasar online. Faktor teknologi dan iklim sosial Indonesia yang mempercepat pertumbuhan pasar meningkat pesat. Sejumlah besar konsumen membutuhkan barang impor. Hanya dengan mencari di platform jual beli online, konsumen dapat dengan cepat mendapatkan produk impor tanpa perlu repot memesan dan bepergian ke luar negeri.
 

Perbedaan ecommerce dan marketplace


Sekarang setelah kita mengetahui apa itu marketplace, mari kita lihat perbedaan antara e-commerce dan marketplace. Perbedaan paling mendasar di sini adalah pada sisi platform. Sedangkan untuk e-commerce sendiri fokus menjual barang melalui website itu sendiri, sedangkan platform online marketplace fokus menjual barang dari berbagai toko dan penjual yang terdaftar di website.
 

Perbedaan marketplace dengan online shop


Banyak orang menyamakan marketplace dan online shop. Sebenarnya ada perbedaan antara keduanya. Tentu saja perbedaan yang paling mendasar antara keduanya adalah bahwa marketplace merupakan perantara antara penjual dan pembeli. Toko online, di sisi lain, adalah bisnis yang tidak memerlukan perantara. Dalam pemasaran online, penjual menjual produk mereka secara langsung melalui platform mereka. Mengelola toko online jauh lebih kompleks daripada pasar. Karena Anda perlu membangun website, mengelola pemasaran melalui media sosial, dan terlibat langsung dengan konsumen. Meskipun mengelola website online shop Anda sendiri sangat sulit dibandingkan dengan menjual hanya melalui perantara, ada beberapa keuntungannya. Apalagi jika Anda sudah memiliki merek sendiri. Keuntungan memiliki platform di website adalah konsumen biasanya cenderung mempercayai online shop dengan website resmi dibandingkan dengan online shop yang hanya memiliki halaman media sosial. Selain itu, data menunjukkan bahwa 81% konsumen melakukan penelitian di mesin pencari sebelum membeli produk secara online. Bantu toko online Anda muncul di hasil penelusuran Google. Tak perlu dikatakan, mengelola situs online shop Anda sendiri membuat Anda tidak terlalu bergantung pada pihak lain. Kami memiliki toko pusat yang dikelola sepenuhnya di bawah kendali kami sendiri. Kalau nanti ada masalah dari pihak tengkulak atau perubahan kebijakan, kami tidak peduli karena kami punya toko sendiri. Namun, karena semuanya dikelola secara terpisah, penghitungan arus kas menjadi tidak praktis, apalagi jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan menjadi lebih mudah dengan software akuntansi yang secara otomatis dapat memantau seluruh situasi keuangan bisnis Anda, termasuk pendapatan, kas, piutang, dan utang.
 

Keuntungan Jualan di Marketplace


Pesatnya perkembangan marketplace dalam beberapa tahun terakhir bukanlah suatu kebetulan. Marketplace merupakan platform penjualan online yang menawarkan berbagai keuntungan bagi para pelaku bisnis. Berikut adalah beberapa keuntungan marketplace.

1. Perkembangan bisnis mudah dipantau

Beberapa marketplace biasanya memiliki fitur Wawasan yang memungkinkan Anda melihat statistik pengunjung. Jadi, sebagai pemilik bisnis, Anda dapat melihat berapa banyak pembeli, berapa banyak pembeli, dan berapa banyak konsumen yang merespons. Semua ini menunjukkan laju perkembangan bisnis dan dapat digunakan sebagai dasar bahan evaluasi dan keputusan strategi pemasaran.

2. Konsumen selalu ada

Anda tidak perlu kehilangan konsumen saat menggunakan marketplace sebagai tempat berdagang. Minat belanja masyarakat kini bergeser dari pasar offline ke platform online. Selain karena pandemi Covid-19, perubahan gaya hidup ini disebabkan oleh meningkatnya adopsi teknologi di masyarakat.

3. Banyak fitur penunjang bisnis

Beberapa marketplace memiliki fitur menarik untuk mendukung bisnis Anda. Fitur-fitur ini termasuk verifikasi toko, asuransi, integrasi pembayaran, promosi, dan banyak lagi. Semua ini dapat dimanfaatkan untuk menarik konsumen di marketplace yang sangat kompetitif.

4. Peluang bisnis lebih besar

Selain ketiga hal di atas, pemilik bisnis juga dapat meningkatkan peluangnya dengan berpartisipasi dalam komunitas dengan beberapa penjual lainnya. Selain berkolaborasi, kamu juga bisa berbagi ilmu dan peluang baru.
 

Kesimpulan


- Marketplace adalah platform yang sangat berperan sebagai pihak ketiga atau perantara antara penjual dan pembeli untuk mempermudah transaksi pada jual beli secara online. Jenis–jenis dari marketplace terbagi menjadi dua, yaitu marketplace murni dan marketplace konsinyasi.

- Contoh marketplace yang ada di dunia adalah Amazon, Alibaba, Ebay, dll. Sedangkan platform marketplace dari di Indonesia seperti Tokopedia, Blibli, Bukalapak, Shopee dan masih banyak lagi.

- Platform ecommerce berfokus terhadap penjualan barang dari produk websitenya sendiri. Sedangkan, online shop tidak memerlukan perantara untuk melakukan transaksi pada jual beli, sehingga konsumen dapat berkomunikasi langsung dengan penjual melalui website tersebut.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda