+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Dengan Menggunakan CRM Mampu Meningkatkan Potensi Ekonomi Digital

28 August, 2022   |   Ningsih

Dengan Menggunakan CRM Mampu Meningkatkan Potensi Ekonomi Digital

Customer Relationship Management, atau CRM merupakan strategi manajemen hubungan pelanggan dengan perusahaan yang bertujuan untuk mengelola hubungan baik dengan para konsumen atau pelanggan, mengumpulkan semua data pelanggan, kemudian merekam aktivitas tenaga penjual, terutama dalam berhubungan dengan calon pelanggan atau yang sudah jadi pelanggan tetap.



Ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi bisnis yang tinggi, memang cukup wajar. Mengingat jumlah potensi penduduk Indonesia yang cukup besar. Sekalipun potensinya sangat besar, ternyata bisnis di sektor ini masih mempunyai beberapa kendala. Yang dimana adalah maintenance sistem serta layanan untuk pelanggan Dengan jumlah penduduk Indonesia yang kini telah mencapai 267 juta jiwa. Sepertinya cukup logis jika saat ini potensi bisnis ekonomi digital Indonesia terbesar di Asean.

Ada beberapa alasan mengapa kondisi tersebut bisa terjadi. Penjelasannya dibawah ini:
 
1. Karakter Indonesia sebagai negara berkembang, maka karakter penduduknya yang bersifat konsumtif cukup menjadi trigger untuk mendongkrak bisnis ekonomi digital di Indonesia.
 
2. Memudahkan sistem dan prosedur yang saat ini terjadi dalam bisnis e-commerce, makin menambah kepuasan konsumen dalam berbelanja, membuat konsumen merasa puas saat berbelanja.
 
Sekalipun potensi bisnisnya mencukupi atau bahkan sangat besar, dan perkembangannya cukup menarik untuk ke depan. Namun pada bisnis internal, para pelaku dalam bisnis e-commerce masih berhadapan dengan beberapa kendala dalam pengembangan bisnisnya. Meskipun tidak banyak dari sektor bisnis lainnya. Namun kendala atau hambatan tersebut, justru bisa menjadi boomerang dan “pil pahit" bagi pebisnis tersebut jika kedepannya.
 
Masalah yang diatas menjelaskan yang pada akhirnya akan memakan korban dari beberapa pelaku bisnis e-commerce yang ada di Indonesia.

Berdasarkan data statistik yang dapat anda baca dan analisa, ternyata kedua masalah tersebut bisa menjadi kendala dalam pengembangan bisnis e-commerce yang ada di Indonesia, diantaranya:
 
1. Tidak memiliki verifikasi data diri secara online. Hal ini sejatinya dapat memberikan
dampak negative untuk pebisnis e-commerce yang bersangkutan. Penjelasannya adalah : Ambil contoh ketika pengunjung masuk ke web e-commerce dan melakukan pemesanan. Kelemahannya adalah bahwa portal tersebut tidak bisa mendeteksi apakah pelanggan telah melakukan transaksi atau belum.

Kondisi ini saat di biarkan akan secara langsung bisa merugikan perusahaan yang bersangkutan. Kenapa, karena saat pelanggan ini melakukan pemesanan dengan model pembayaran cash on delivery (COD) / bayar langsung ditempat mungkin saja pelanggan yang bersangkutan memasukan nomor telepon dan alamat yang tidak sesuai dengan data dirinya atau palsu.
 
Komitmen pemerintah Indonesia untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 tampaknya memberikan optimisme kalangan bisnis untuk memulai kegiatan ekonomi, yang kini terlihat di berbagai dunia industri. Sekarang ternyata ikut merubah cara konsumen Indonesia saat berinteraksi.

Konsumen Indonesia yang selama ini hanya terbiasa berinteraksi secara dari atau melalui digital, kini telah mulai berinteraksi secara offline atau tatap muka lalngsung dengan mendatangi tempat-tempat keramaian dalam protokol kesehatan.

Perusahaan harus dengan cepat untuk mengenali adanya perubahan ini, jika tidak mau birokrasi akan memperlambat kemampuan dalam mengubah strategi dan operasional. Sudah sering melihat perusahaan berskala besaryang terlambat menerapkan strategi baru ini, yang membuat produk mereka tidak relevan lagi bagi konsumen.
Karena wait and see bukan lagi menjadi strategi yang tepat untuk melalui era perubahan ekonomi yang begitu besar saat ini. Seperti kisah dua perusahan ponsel pintar yang namanya sempat berada di puncak kejayaan, namun kemudian menghilang dengan kurun waktu yang singkat, sehingga manajemen menyetujui adanya penggunaan software baru.

Untuk memahami tantangan baru, SAP dan Oxford Economics sempat berbicara dengan 400 pemimpin perusahaan UKM, dan 200 pemimpin perusahaan di Asia Tenggara yang berhasil mengantarkan revenue perusahaannya di atas $500 juta pada 2020 lalu.

Penelitian menemukan bahwa fokus para pemimpin perusahaan ketika terjadi perubahan adalah mengikuti pergeseran kebutuhan pelanggan. Tetapi hal ini tidaklah mudah, karena 43% mengatakan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan menjadi tantangan eksternal terbesar. Padahal data ini sangat dibutuhkan para pemimpin perusahaan dalam menentukan strategi bisnis di masa depan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk terus menjaga hubungan baik dengan konsumen di masa pasca pandemi. Pada masa awal pandemi, mungkin sosial media dan aplikasi ponsel pintar sangat memainkan peran ini. Namun nyatanya data SAP dan Oxford Economics menyebutkan, bahwa 63% pemimpin perusahaan menganggap personalisasi menjadi hal paling utama dalam interaksi konsumen mereka.Bagi perusahaan yang telah menggunakan sistem big data, sebenarnya bisa memanfaatkan data tersebut dalam penerapan artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Dengan memakai sistem AI, pemimpin perusahaan dapat terus mengembangkan sistem dan fitur untuk dapat mengoptimalkan pengalaman pelanggan. Sayangnya penerapan Artificial Intelligence membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit.

Sementara faktor penting dari personalisasi adalah peningkatan interaksi dengan mendengar kebutuhan konsumen dan memberikan informasi yang hanya dibutuhkan saja. Karena konsumen menganggap bahwa terlalu banyak informasi hanya akan membuat mereka bingung. Jadi disinilah pentingnya peran bagi personalisasi dari sistem Customer Relationship Management (CRM) dengan petugas contact center yang dapat memberikan informasi sesuai kebutuhan konsumen.

Sebenarnya untuk kebutuhan CRM di perusahaan, sitem CRM di IDMETAFORA mampu dalam meningkatkan potensi bisnis anda supaya bisnis anda lebih up-to-date. Layanan CRM di IDMETAFORA telah berkembang di antaranya layanan contact center terintegrasi dan dapat diakses lewat website idmetafora.com. Penggunaan platform CRM ini memberikan personalisasi bagi para pelaku usaha, mulai dari call, chat, walk in center, mobile apps, email, website, dan sosial media serta pengelolaan hingga 24/7 tanpa henti, direct fast response dan fungsi monitoring.

Didukung dengan kekuatan analitik yang komprehensif, layanan CRM di IDMETAFORA dapat pula memberikan rekomendasi lengkap bagi para pemimpin perusahaan untuk membantu menentukan langkah bisnis selanjutnya. Di masa ini, pengembangan CRM didukung pula dengan kemampuan agent anywhere yang turut berperan dalam pengelolaan channel interaksi di manapun untuk mendukung pemberlakuan protokol kesehatan.
Karena sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga kualitas dalam service delivery yang nantinya akan membantu meningkatkan customer experience yang positif.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda