+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Smart Warehouse Management: Menjelajahi Manfaat AI dalam Manajemen Gudang

30 May, 2023   |   AkhsanDaffa26

Smart Warehouse Management: Menjelajahi Manfaat AI dalam Manajemen Gudang

Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah mendengar banyak tentang bagaimana kecerdasan buatan akan mengubah cara bisnis kita. Oleh karena itu, banyak bisnis mencoba untuk memanfaatkan teknologi gudang baru yang mendukung AI saat ini untuk menjadi yang terdepan dalam persaingan. Menurut Statista.com, pendapatan dari pasar perangkat lunak AI global diperkirakan akan tumbuh dari $10 miliar pada tahun 2018 menjadi $126 miliar pada tahun 2026.

 

Pihak penjual online menemukan cara untuk menggunakan AI di gudang mereka, dan operasi menjadi sangat meningkat karenanya. Robot otonom, portal yang dipersonalisasi yang menyediakan analitik data yang dapat disesuaikan, chatbot dengan dukungan pelanggan langsung, dan hasil pencarian yang disesuaikan serta iklan untuk rekomendasi produk hanyalah beberapa cara AI membuat teknologi pergudangan menjadi lebih cerdas.

 

Pembelajaran mesin dan robotika memiliki jalan panjang sampai mereka benar-benar berpikir untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka mengoptimalkan produktivitas dan memberi kita pengalaman baru di dalam gudang.

 

Penggunaan AI yang efisien dalam penjualan online membantu lebih banyak gudang terhubung menggunakan cloud, memungkinkan mereka melacak dan memetakan cara tercepat untuk mengirimkan produk. Cara bisnis menggunakan AI di gudang untuk menjadi lebih efisien, meningkatkan platform, dan merampingkan proses pengemasan terus berkembang setiap hari.

 

Pengertian Artificial Intelligence (Al)

Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) kini menjadi salah satu teknologi paling berubah dalam zaman kita, dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasi gudang secara signifikan. Dengan bantuan AI, manajer gudang dapat membuat keputusan yang lebih akurat, meningkatkan operasi, dan menambah efisiensi, sehingga dapat menghemat biaya dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

 

Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) memungkinkan mesin untuk memperoleh informasi dari pengalaman dan melakukan tugas-tugas tanpa bantuan manusia. AI semakin populer di industri logistik karena kemampuannya untuk mengotomatiskan manajemen inventaris, optimasi rute, pemrosesan pesanan, dan proses lainnya. Dengan menggunakan alat otomatisasi berbasis AI, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan menghemat biaya dalam operasi rantai pasokan mereka.

 

Mengapa Manajemen Inventaris Gudang Membutuhkan Al?

Teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional di gudang Anda. Sistem cerdas menawarkan banyak keuntungan bermanfaat yang dapat mempercepat proses bisnis Anda dan berpotensi meningkatkan keuntungan Anda. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan AI di gudang Anda.

 

Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah sektor logistik dengan memberikan peningkatan kinerja dan efektivitas biaya bagi perusahaan. Solusi berbasis AI yang otomatis mengurangi pekerjaan manual dan mengoptimalkan operasi, menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan potensi penghematan biaya. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk memberikan pelacakan pengiriman secara real-time, dukungan pelanggan instan melalui chatbot, dan meningkatkan pengambilan keputusan terkait rantai pasokan.

 

Meskipun manfaat AI dalam bidang logistik sangat besar, bisnis juga harus mempertimbangkan potensi kesulitan yang terkait dengan implementasinya. Faktor-faktor seperti privasi data, kompatibilitas infrastruktur, dan integrasi dengan sistem yang sudah ada harus dipertimbangkan untuk memaksimalkan potensi manfaat AI dalam bidang logistik.

 

a. Manajemen Persediaan Yang Lebih Mudah

Salah satu keuntungan utama kecerdasan buatan adalah dapat digunakan untuk mengukur permintaan pasar dan mengatur stok barang dagangan perusahaan sehingga tidak pernah kekurangan (atau kelebihan).

 

b. Biaya Lebih Rendah

Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam gudang Anda dapat mengurangi biaya secara signifikan. Anda akan dapat mengurangi jumlah karyawan, sehingga menghemat pengeluaran untuk gaji, tetapi Anda juga akan menghemat biaya lain terkait gudang.

 

c. Data Yang Lebih Baik

Dengan menggunakan analisis algoritma, perusahaan dapat mengelola seluruh data yang dihasilkan oleh gudang dengan lebih efektif. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pola operasi dan membantu dalam merencanakan dengan lebih optimal.

 

d. Meningkatkan Produktivitas

Penggunaan robot untuk operasi gudang lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan tenaga kerja manusia. Mesin-mesin ini mampu mengambil dan mengemas pesanan dengan lebih tepat dan cepat dibandingkan dengan pekerja manusia.

 

e. Komunikasi Yang Lebih Baik

Meskipun gudang dapat memproses data dengan baik, seringkali terjadi kesalahan dan ketidakakuratan karena data harus dipindahkan antara banyak orang. Namun, dengan bantuan AI, setiap orang dapat memahami apa yang terjadi pada waktu tertentu dan mengurangi risiko kesalahan. Hal ini akan meningkatkan potensi keuntungan yang lebih besar.

 

Bagaimana Al Dapat Meningkatkan Operasional Gudang

1. Manajemen Inventaris

Manajemen inventaris adalah aspek penting dari operasi gudang dan memiliki data inventaris yang akurat sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat. Sistem cerdas dapat menganalisis data real-time dari berbagai sumber seperti penjualan, tingkat persediaan, dan informasi pengiriman untuk memberikan perkiraan stok yang akurat dan mengelola pengisian ulang. Hal ini menyebabkan pengurangan kelebihan stok, kehabisan stok, dan biaya terkait.

 

Salah satu keuntungan terbesar menggunakan sistem cerdas untuk manajemen stok adalah kemampuan untuk mengotomatisasi proses. Algoritma cerdas dapat menganalisis data penjualan sebelumnya dan memprediksi permintaan produk di masa depan, membantu manajer gudang membuat keputusan yang tepat tentang jumlah stok yang tepat untuk disimpan. Dengan menggunakan sistem cerdas untuk mengotomatisasi manajemen stok, perusahaan dapat mengurangi tenaga kerja manual dan meningkatkan akurasi, yang berujung pada pengurangan biaya operasional dan peningkatan kepuasan pelanggan.

 

Teknologi AI yang mendukung dapat mengotomatiskan pengelolaan persediaan, memberikan proyeksi persediaan yang tepat, mengurangi persediaan yang berlebihan, kekurangan persediaan dan biaya, serta meningkatkan kepuasan pelanggan.

 

2. Optimalisasi Tenaga Kerja

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam operasional gudang dan mengoptimalkan tugas serta proses dapat menghasilkan peningkatan efisiensi yang signifikan. Teknologi AI dapat menganalisis kinerja pekerja dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi secara keseluruhan dengan mengoptimalkan tugas dan proses, mengurangi keterlibatan pekerja secara manual.

 

Contohnya, algoritma AI mampu menganalisis data dari perangkat wearable seperti layar kepala dan kacamata pintar untuk menentukan metode pengambilan dan pengemasan barang yang paling efisien. Informasi ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan jalur pengambilan barang, mengurangi waktu pekerja untuk mencari item, serta meningkatkan akurasi pengambilan secara keseluruhan.

 

Selain itu, AI juga dapat menganalisis data produktivitas dan efisiensi pekerja yang memungkinkan manajer untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan membuat perubahan untuk mengoptimalkan tenaga kerja. Hal ini dapat meningkatkan semangat kerja, efisiensi, dan mengurangi biaya operasional.

 

3. Optimasi Rute

Optimasi rute adalah proses untuk menemukan cara yang paling optimal dan hemat biaya dalam memindahkan barang dan bahan di dalam gudang. Kecerdasan buatan dapat secara signifikan meningkatkan peningkatan rute dengan menganalisis data waktu nyata dari berbagai sumber dan memberikan rekomendasi berdasarkan informasi tentang rute yang paling efektif.

 

Algoritma kecerdasan buatan dapat menganalisis data historis pergerakan produk dan kinerja pekerja untuk memprediksi rute paling efektif dalam memindahkan barang dan bahan di dalam gudang. Ini dapat membantu manajer membuat keputusan berdasarkan informasi tentang rute paling efektif untuk mengambil dan memproses barang, mengurangi waktu dan upaya yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

 

Kecerdasan buatan dapat menggunakan data waktu nyata dari sistem pelacakan lokasi, seperti RFID, GPS, dan WiFi, untuk memantau pergerakan barang dan pekerja di dalam gudang. Informasi ini dapat digunakan untuk menyesuaikan rute secara dinamis dalam waktu nyata, menghindari kemacetan, dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

 

Kecerdasan buatan juga dapat menggunakan kolaborasi perutean untuk mengkoordinasikan pergerakan beberapa pekerja dan kendaraan di dalam gudang, memastikan bahwa semua tugas diselesaikan secara efektif dan tepat waktu. Misalnya, algoritma kecerdasan buatan dapat menetapkan tugas kepada pekerja berdasarkan keahlian, beban kerja, dan kedekatan mereka dengan tugas, mengoptimalkan perutean tugas secara keseluruhan di dalam gudang.

 

4. Pelacakan Lokasi Real-Time

Dengan menemukan posisi saat ini yang tepat sangat krusial dalam mengoptimalkan operasi gudang dan meningkatkan ketepatan inventarisasi. Kecerdasan buatan dapat dipakai untuk memantau posisi produk, palet, dan bahkan staf di dalam gudang secara real-time, meningkatkan ketepatan penghitungan inventarisasi, dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk menemukan item.

 

Dengan menerapkan kecerdasan buatan guna menganalisis data real-time dari sistem pelacakan posisi, seperti RFID, GPS, dan WiFi, manajer gudang dapat memiliki gambaran gudang yang lengkap dan terbaru kapan saja. Data ini dapat dipakai untuk mengoptimalkan posisi penyimpanan, mengurangi waktu yang diperlukan untuk mencari item, dan meningkatkan ketepatan penghitungan inventarisasi.

 

Pelacakan posisi saat ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan pergerakan produk di dalam gudang, mengurangi waktu dan tenaga yang diperlukan untuk memindahkan barang dari satu posisi ke posisi lain. Hal ini membawa pada peningkatan efisiensi, pengurangan biaya operasional, dan peningkatan kepuasan pelanggan.

 

5. Dapat Memprediksi Pemeliharaan

Pemeliharaan prediktif adalah pendekatan yang dilakukan untuk memelihara peralatan dengan menggunakan analisis data untuk memprediksi kapan peralatan dapat mengalami kerusakan. Dengan menggunakan metode ini, pemeliharaan dapat dilakukan sebelumnya sehingga dapat mengurangi kemungkinan kerusakan peralatan dan waktu henti. AI dapat digunakan untuk memantau kinerja peralatan gudang seperti sistem konveyor, sistem penyimpanan dan pengambilan otomatis (ASRS) serta peralatan penanganan material, dan juga dapat memprediksi kapan pemeliharaan perlu dilakukan.

 

Dengan menggunakan AI untuk menganalisis data kinerja peralatan, manajer gudang dapat mengidentifikasi potensi masalah sebelum terjadi dan penjadwalan pemeliharaan pada waktu yang tepat, sehingga mengurangi kemungkinan kegagalan peralatan yang tidak terduga dan biaya terkait. Pemeliharaan proaktif dapat meningkatkan keselamatan di gudang dengan mengurangi risiko kecelakaan yang terkait dengan peralatan.

 

Bagaimana Al Akan Merevolusi Manajemen Inventaris Gudang

Teknologi pintar dan mandiri di gudang telah memberikan dampak besar pada gudang-gudang di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa sekitar 30% pekerjaan gudang di Inggris akan sepenuhnya otomatis pada tahun 2030. Sistem ini mampu memprediksi pola dengan akurat dan menyederhanakan proses pengolahan informasi sehingga perusahaan dapat mengelola inventaris mereka dengan lebih efektif. Tidak lagi diperlukan pembaruan manual pada basis data, dan kesalahan akan berkurang signifikan.

 

AI akan mengubah cara material dipindahkan dengan meningkatkan sistem penanganan dan sistem konveyor. Fasilitas itu sendiri, termasuk pintu, landai, dan lift, semuanya akan mengambil data dengan memanfaatkan kumpulan besar data yang telah dikumpulkan. Berikut adalah beberapa cara AI akan merevolusi gudang modern.

 

1. Kendaraan yang dioperasikan secara manual (contohnya forklift) akan digantikan oleh kendaraan otonom seperti kereta dorong kecil yang memiliki perangkat lunak manajemen gudang atau sistem 3PL, atau truk cerdas yang membantu memantau manajemen pengiriman.

2. Sistem robotik gudang dapat dipakai untuk menumpuk dan menyimpan barang secara otomatis di gedung; lokasi dapat ditetapkan dengan algoritma, tergantung pada popularitas masing-masing barang sehingga produk yang sering dibeli mudah dijangkau dan produk yang jarang dibeli lebih jauh.

3. Teknologi kecerdasan buatan dapat membantu meramalkan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di berbagai gudang dan menentukan jenis transportasi yang dibutuhkan serta rute yang tersedia.

4. Sistem cerdas mampu memvalidasi pesanan produk secara otomatis, serta membantu dalam pengiriman produk, pelacakan pengiriman, dan menindaklanjuti umpan balik dari pembeli.

5. Tidak dapat disangkal bahwa gudang perusahaan dapat mengalami keadaan yang tak terduga. Dengan perkembangan pesat AI dalam memprediksi pola, Hal tersebut dapat membantu untuk mempersiapkan kemungkinan untuk situasi ini, memberikan gagasan tentang bagaimana mengelola stok dan operasi gudang di saat-saat sulit.

 

Masa Depan Al Dalam Manajemen Inventaris Gudang

Pemanfaatan teknologi AI dalam industri logistik memberikan dampak positif dengan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Kendaraan otonom, algoritme pembelajaran mesin, dan analitik prediktif digunakan untuk meningkatkan keselamatan, mengurangi waktu tunggu, serta memodifikasi jalur agar produktivitas dapat meningkat. Adanya kemajuan ini memberikan peningkatan visibilitas dan kemampuan layanan pelanggan yang lebih baik. Adanya GPS tracking dan chatbot yang didukung oleh AI memberikan pelanggan perkiraan pengiriman yang akurat dan jawaban cepat untuk pertanyaan umum.

 

Untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi AI, perusahaan logistik harus mengikuti perkembangan terbaru dari penyedia perangkat lunak seperti Oracle Cloud Logistics dan SAP TMS. Alat analitik prediktif seperti IBM Watson Analytics dapat membantu mengidentifikasi masalah potensial sebelum terjadi sehingga bisnis dapat mengambil tindakan korektif dengan cepat. Investasi berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan akan segera menghasilkan teknologi yang lebih maju, seperti truk otonom dan robot cerdas, yang akan merevolusi cara pengiriman barang.

 

Studi Kasus Penggunaan Al Dalam Manajemen Inventaris Gudang

Semakin banyak perusahaan yang menggunakan layanan logistik berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan manajemen rantai pasokan dan mengurangi biaya. Penggunaan AI dapat mengotomatiskan tugas-tugas rutin, meningkatkan akurasi, dan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap seluruh operasi. Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa studi kasus yang berhasil menerapkan AI dalam operasi logistik mereka.

 

Sebagai contoh, Gramener, perusahaan internasional yang mengkhususkan diri dalam ilmu data dan AI, membantu perusahaan manufaktur Jerman mengintegrasikan peta jalan data yang komprehensif dan sesuai dengan tujuan bisnis mereka. Melalui upayanya, Gramener berhasil membantu perusahaan menghemat hingga $30 Juta. Dalam proyek lainnya, mereka membuat replika digital dari proses pembuatan obat untuk klien di bidang farmasi. Hal ini memungkinkan klien untuk mengontrol produksi dan melakukan penyesuaian waktu nyata berdasarkan wawasan yang diperoleh dari data yang dikumpulkan. Upaya ini menghasilkan penghematan hingga $6 juta dan meningkatkan efisiensi proses produksi.

 

Contoh lainnya adalah perusahaan manufaktur di Amerika Serikat yang menggunakan solusi berbasis AI untuk pemeliharaan prediktif pada armada truk mereka. Dengan menganalisis data kinerja mesin selama suatu periode, mereka dapat memprediksi masalah sebelum terjadi, sehingga mencegah perbaikan atau penundaan yang mahal karena kerusakan. Hal ini memungkinkan mereka menjaga agar truk tetap beroperasi secara efisien dan hemat biaya, serta menghindari waktu henti tak terduga yang disebabkan oleh masalah mekanis.

 

Contoh-contoh ini menunjukkan betapa kuatnya kecerdasan buatan ketika diterapkan dengan benar dalam operasi logistik. Perusahaan di seluruh dunia dapat memperoleh efisiensi yang lebih besar dan mengurangi biaya operasional secara signifikan.

 

Tantangan Al Dalam Manajemen Inventaris Gudang

Integrasi AI dalam proses logistik memberikan banyak keuntungan, tetapi juga menimbulkan tantangan yang perlu diatasi. Dua isu penting adalah keamanan dan kerahasiaan data, serta biaya yang terkait dengan pendirian dan pemeliharaan infrastruktur yang dibutuhkan. Perusahaan harus berinvestasi dalam penyimpanan data yang aman dan mematuhi peraturan terkait penyimpanan data untuk melindungi informasi sensitif pelanggan. Selain itu, bisnis harus mempertimbangkan biaya finansial untuk pengadaan dan pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem berbasis AI.

 

Aspek etika juga harus dipertimbangkan ketika mengintegrasikan AI dalam proses logistik. Bisnis harus memastikan bahwa model mereka memperhatikan prinsip kepatuhan dan didesain untuk memprioritaskan transparansi dan keadilan. Mekanisme feedback harus diterapkan untuk memungkinkan pengguna memberikan masukan jika mereka merasa keputusan yang diambil tidak adil atau salah.

 

Namun demikian, perusahaan tidak boleh menyerah untuk mengeksplorasi kemungkinan AI dalam bidang logistik. Dengan mengatasi potensi masalah di awal dan mengikuti praktek terbaik, bisnis dapat menerapkan sistem berbasis AI dengan sukses dan menikmati manfaat dari peningkatan keselamatan, efisiensi, kepatuhan, kepuasan pelanggan, dan etika.

 

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah menjelajahi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam manajemen gudang (warehouse management) dan dampaknya dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan produktivitas dalam operasi gudang. Penggunaan AI dalam manajemen gudang membawa perubahan signifikan dalam cara perusahaan mengelola persediaan dan mengoptimalkan proses logistik mereka. Melalui kemampuan untuk menganalisis dan memproses data dengan cepat, AI dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas.

Salah satu keuntungan utama dari penggunaan AI dalam manajemen gudang adalah kemampuannya untuk meningkatkan akurasi prediksi permintaan dan peramalan persediaan. Dengan menganalisis pola dan tren yang rumit dari data historis dan faktor-faktor eksternal, AI dapat memberikan perkiraan yang lebih akurat tentang kebutuhan persediaan di masa depan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan stok, mengurangi biaya overstocking atau understocking, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.


Selain itu, AI juga digunakan dalam pengelolaan persediaan secara real-time. Dengan menggunakan sensor dan teknologi pemantauan yang terhubung, AI dapat melacak persediaan secara akurat dan memberikan pembaruan secara otomatis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki visibilitas yang lebih baik atas persediaan mereka, memungkinkan respons yang cepat terhadap perubahan permintaan dan memastikan ketersediaan persediaan yang tepat pada saat yang tepat.

 

Penggunaan AI dalam manajemen gudang juga membantu meningkatkan efisiensi operasional. Melalui otomatisasi tugas-tugas rutin seperti pengambilan pesanan, penyusunan rute pengiriman, dan pengaturan penempatan barang di gudang, AI dapat mengurangi keterlibatan manusia dalam tugas-tugas yang berulang dan membebaskan waktu dan sumber daya manusia untuk tugas-tugas yang lebih kompleks.

 

Secara keseluruhan, penggunaan AI dalam manajemen gudang memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan produktivitas dalam operasi gudang. Dengan kemampuannya dalam peramalan persediaan, pemantauan real-time, dan otomatisasi tugas-tugas operasional, AI membantu perusahaan untuk mengoptimalkan manajemen persediaan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan tetap kompetitif di pasar yang semakin kompleks dan dinamis.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda