+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Apa Itu Disrupsi Dan Dampaknya Untuk Suatu Bisnis

29 November, 2022   |   Silfiya

Apa Itu Disrupsi Dan Dampaknya Untuk Suatu Bisnis

Di era disrupsi merupakan era di mana terjadinya suatu perubahan masif yang akan mengubah sistem dan tatanan bisnis yang lebih baru.  Faktor utama terjadinya Disrupsi   disebabkan karena adanya inovasi-inovasi dan kreativitas baru. Di era tersebut, perusahaan yang bergerak di bidang bisnis sebaiknya menyusun sebuah strategi baru yang bisa mengimbangi perkembangan teknologi di era disrupsi. Hal tersebut perlu untuk dilakukan supaya bisnis yang ditekuni mampu bersaing dengan pendatang-pendatang baru yang sudah lebih dulu menggunakan teknologi canggih.

Karena, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa gulung tikar akibat tidak berinovasi serta  menemukan strategi bisnis yang lebih kreatif. Pengusaha sebaiknya mulai aktif dalam mempelajari serta melakukan pembaharuan-pembaharuan terkait dengan teknologi. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai disrupsi serta bagaimana cara menghadapinya. Untuk mengetahui informasi lebih banyak mengenai pengertian disrupsi, penyebab, dampak, sampai dengan bagaimana cara mengatasi era disrupsi, mari simak ulasannya berikut ini!


Apa Itu Disrupsi?


Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti dari kata disrupsi adalah suatu hal yang tercabut dari akarnya. Dari pengertian disrupsi secara harfiah, bisa dikatakan bahwa disrupsi merupakan suatu fenomena di mana terdapat sejumlah perubahan maupun lompatan yang besar, yang keluar dari tatanan yang lama, serta mengubah sistem yang lama menjadi sebuah sistem yang baru.

Disrupsi dapat diartikan sebagai suatu era, yang mana terjadi suatu perubahan besar-besaran serta inovasi yang secara fundamental akan mengakibatkan perubahan pada semua tatanan, sistem, serta lanskap yang ada, menjadi cara yang baru. Disrupsi akan mengakibatkan mereka yang masih menggunakan sistem maupun cara yang lama menjadi tidak bisa bersaing dengan mereka yang sudah mengadopsi sistem yang baru.

Hillary Brigitta Lasut, yang merupakan Anggota Komisi I DPR RI dalam sebuah Webinar Literasi Digital yang bertajuk ‘Tantangan Media Massa dalam Disrupsi Digitalisasi’, ia mengatakan bahwa disrupsi teknologi digital merupakan era dimana terjadi berbagai inovasi serta perubahan secara besar-besaran, yang secara fundamental timbul akibat kehadiran teknologi digital, sehingga hal tersebut mengubah sistem yang ada di Indonesia maupun yang ada secara global.

Disrupsi teknologi, yaitu sebuah fenomena yang mengakibatkan perubahan pemahaman konvensional masyarakat serta segala aktivitas yang mereka lakukan menjadi sistem teknologi digital. Disrupsi teknologi diartikan sebagai sebuah perubahan fundamental akibat perkembangan sistem teknologi digital, yang mana teknologi digital maupun robot mulai menggantikan dan mengubah peran serta pekerjaan manusia.


Penyebab terjadinya disrupsi


Disrupsi bukan hanya sekedar sebuah inovasi dan perubahan, lebih dari itu, disrupsi adalah untuk menunjukan adanya suatu perubahan fundamental secara besar-besaran yang bisa mengubah semua tatanan. Perkembangan teknologi digital sangat pesat dan sudah meluas sampai ke seluruh penjuru negara, terutama pada daerah perkotaan. Perkembangan teknologi digital tersebut ditandai dengan meluasnya jaringan internet di seluruh negara yang mempunyai budaya berbeda.

Dengan hadirnya jaringan internet mampu membuat masyarakat suatu negara maupun suatu daerah dengan daerah yang lainnya bisa dengan mudah untuk berbagi informasi secara aktual tanpa adanya batasan tertentu. Perkembangan teknologi digital ini disebut juga dengan revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan semakin banyaknya penggunaan Internet of Thing (IoT), yang sudah mendisrupsi berbagai bidang pada kehidupan manusia.

Kemunculan Revolusi Industri 4.0 tersebut juga ditandai dengan tingginya konektivitas sistem informasi serta munculnya berbagai kecerdasan buatan yang memungkinkan industri untuk bergerak dengan sedikit input dari manusia. Konsep dari Revolusi Industri 4.0 yang sedang terjadi di seluruh dunia tersebut kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan yang revolusioner. Sistem yang berbasis pada penerapan teknologi digital terkini, memunculkan Internet of Thing (IoT), cyber-physical-system, Big Data, serta berbagai layanan lain yang memanfaatkan Teknologi Informasi.

Setelah itu, era Revolusi Industri 4.0 tersebut ditandai dengan peralihan menjadi serba digital serta pemanfaatan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan secara masif pada berbagai bidang kehidupan manusia, terutama di dalam bidang ekonomi. Visual atau gambar mendominasi ruang dan waktu, dengan mempunyai daya pengingat sangat besar, jika dibandingkan dengan meraba maupun mendengar, serta menjadi tempat untuk menyimpan citra visual.

Disrupsi teknologi berhasil untuk mengubah teknologi lama yang sebelumnya lebih banyak menggunakan fisik menjadi teknologi digital yang bisa menghasilkan sejumlah hal yang benar-benar baru, yang lebih bermanfaat serta lebih efisien, dalam jangka waktu yang cepat. Peralihan ke sistem digital tersebut kemudian akan mengakibatkan seluruh aktivitas manusia mengarah kepada eksperimen teknologi digital. Contoh misalnya, berbagai macam informasi yang sebelumnya ditampilkan secara konvensional, pada masa sekarang ini tidak lagi ditampilkan dengan secara konvensional, akan tetapi sudah berubah menjadi bentuk digital.

Sejumlah contoh informasi yang ditampilkan di dalam bentuk digital, yakni Facebook, WhatsApp, maupun Instagram. Revolusi Industri 4.0 yang didominasi oleh perkembangan teknologi yang pesat, serta penerimaan yang baik dari masyarakat menjadi alasan utama yang menyebabkan suatu disrupsi teknologi bisa terjadi. Di era disrupsi teknologi digital ini, masyarakat akan menjalani dua kehidupan, yaitu kehidupan di dunia nyata serta kehidupan dunia digital. Hal tersebut juga akan secara dinamis terus mengalami perubahan, sehingga tidak bisa diprediksi.


Dampak era disrupsi bagi suatu bisnis


Era disrupsi sudah pasti mempunyai dampak yang signifikan, terutama di dalam dunia bisnis. Dengan perkembangan teknologi yang sedemikian canggih memang membawa banyak kemudahan bagi seluruh masyarakat untuk menjalankan bisnisnya. Akan tetapi, dengan kecanggihan teknologi tersebut turut memaksa perusahaan incumbent harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Adapun dampak yang paling signifikan dari disrupsi yaitu kebangkrutan perusahaan yang enggan atau  bahkan belum melakukan serangkaian transformasi digital. Contoh misalnya, seperti perusahaan yang bergerak di bidang media cetak, bisnis retail, maupun moda transportasi konvensional.
 
Sampai sekarang ini, semakin banyak pelaku bisnis ritel yang terancam menjadi bangkrut sejak maraknya marketplace. Marketplace sudah dianggap sebagai alternatif terbaik dalam berbelanja di era kekinian. Bukan hanya karena mudah, marketplace sendiri membuat kegiatan belanja masyarakat urban menjadi lebih praktis tanpa membutuhkan banyak waktu, biaya, serta tenaga. Hal tersebutlah yang kemudian membuat para pebisnis ritel harus mampu memutar otak agar dapat terus bersaing di ketatnya era disrupsi. Salah satu cara terbaik yang memungkinkan yaitu melakukan inovasi transformasi digital.
 
Begitu juga dengan bisnis media cetak yang sudah banyak memanfaatkan jasa layanan berbayar dengan menggunakan fitur e-paper atau koran elektronik. Tindakan tersebut dilakukan supaya pelanggan tidak perlu repot membeli koran cetak. Tidak ketinggalan juga bisnis moda transportasi konvensional yang saat ini sudah jelas-jelas kalah saing dengan transportasi online melalui sejumlah aplikasi. Itulah sebabnya,  begitu banyak perubahan mendasar yang patut dilakukan oleh pengusaha supaya dapat tetap bertahan di masa disrupsi seperti sekarang.


Contoh Disrupsi Teknologi


Setelah mengenal pengertian dari disrupsi teknologi, sekarang saatnya kita untuk mengenal apa saja contoh disrupsi teknologi. Mengutip dari The Financial Brand, ada beberapa contoh disrupsi teknologi. Mari simak penjelasannya di bawah ini!

1. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan 
Kecerdasan buatan merupakan suatu sistem kerja perangkat digital yang sudah diciptakan untuk bisa mendeteksi suatu hal. Perangkat digital berupa komputer bisa menemukan, mengingat, serta menyajikan data secara cermat. Sejumlah data tersebut setelah itu diolah untuk memutuskan, merumuskan, serta menjadi sebuah pertimbangan untuk menyelesaikan suatu masalah. Kemunculan kecerdasan buatan tersebut yang membuat Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional menjadi andalan perusahaan pada era revolusi industri 4.0 ini. Sumber daya manusia maupun karyawan juga dituntut untuk mampu bekerja dengan mengoperasikan berbagai perangkat teknologi.

2. Augmented Reality dan Virtual Reality (Realitas Maya dan Realitas Tambahan)
Augmented Reality dan Virtual Reality adalah suatu teknologi yang mempunyai fitur unggulan untuk menyajikan realitas maya serta realitas tambahan yang berbentuk tiga dimensi. Fitur unggulan yang canggih tersebut memungkinkan manusia untuk lebih mudah memilih dan lebih mudah dalam menentukan hal yang dibutuhkan manusia. Augmented Reality dan Virtual Reality juga memungkinan manusia untuk melakukan interaksi dengan objek virtual serta objek nyata lainnya secara real time.

3. Robotics atau Robotika
Perkembangan teknologi pada era digital 4.0 tidak dapat dipisahkan dari temuan robotika yang sangat mumpuni. Di masa depan, mesin digital bisa saja menggantikan peran serta pekerjaan manusia yang bisa dibilang rutin, dan strategis. Robotika yang terbentuk dari mesin elektro mekanis tersebut dapat beroperasi secara mandiri untuk melaksanakan berbagai instruksi yang sudah ditentukan. Seiring dengan permintaan kebutuhan yang lebih praktis untuk masa depan, berbagai ide baru tentang robotika juga akan terus bermunculan.

4. 3D Printing atau Mesin Cetak 3D
Perkembangan teknologi era digital 4.0 mendorong mesin cetak 3D untuk terus dibutuhkan dan terus maju. Mesin untuk kebutuhan manufaktur tersebut bisa membuat manusia menjadi semakin mudah dalam membuat suatu benda atau objek. Mesin cetak 3D ini juga lebih ekonomis dari sisi biaya, serta desain yang dihasilkan lebih sempurna jika dibandingkan dengan proses cetak manual.

5. Pemanfaatan Drone
Drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan hasil teknologi digital yang memanfaatkan pesawat yang diterbangkan tanpa awak atau unmanned. Teknologi drone tersebut bermanfaat untuk membantu penelitian, membantu sistem pertahanan, dan juga membantu pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi lebih mudah. Di masa depan, pemanfaatan teknologi drone tersebut diprediksi akan terus dan semakin dibutuhkan, bukan hanya untuk meninjau serta memotret pemandangan, melainkan juga untuk menjalankan misi keselamatan.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda