+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Kenali FOMO, Taktik Jitu Marketing

15 September, 2022   |   Hilal

Kenali FOMO, Taktik Jitu Marketing

Sebagai manusia, kita tidak mau ketinggalan atau takut untuk ditinggal, bukan? Dengan kata lain, kita pasti ingin menjadi bagian dari suatu grup dan mengetahui apa yang sedang terjadi. Nah, ketakutan ditinggal inilah yang dinamakan sebagai Fear of Missing Out disingkat FOMO. 

FOMO adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan penjualan online bisnis kita. Tidak menjadi hal yang mengherankan karena strategi marketing FOMO ini memanfaatkan ketakutan dasar umat manusia yakni takut ditinggal.

Oleh karena itu, di artikel kali ini penulis akan memberikan panduan cara menerapkan strategi FOMO yang efektif dalam marketing. 
 

Apa Itu FOMO?


Fear of Missing Out atau FOMO merupakan istilah psikologi yang menggambarkan rasa gelisah pada diri seseorang jika merasa ketinggalan tren ataupun pada suatu hal yang dianggap menyenangkan. Jika diartikan secara harfiah, FOMO ini memiliki artian “takut ketinggalan.” 

Untuk memahami FOMO dengan mudah, kita hanya perlu melihat media sosial. Mengapa demikian? Penulis akan mencoba memberikan gambaran abstrak terkait FOMO

Coba diingat kembali, bagaimana perasaan kita saat seseorang yang lebih muda mengunggah foto kesuksesannya dengan cara liburan di tempat yang memorable di media sosial, sementara kita yang usianya lebih tua sibuk bekerja tanpa tau kapan harus mengambil liburan. Apakah kita merasa iri, gelisah, dan merasa takut di saat yang bersamaan? Nah, itulah yang dinamakan FOMO.

FOMO dalam marketing itu memanfaatkan rasa takut tersebut untuk membuat calon konsumennya melakukan pembelian dengan lebih cepat. Sebab jika tidak cepat, mereka akan ketinggalan sesuatu yang mereka inginkan. Entah itu berupa diskon, stok yang terbatas, ataupun yang lainnya.

FOMO sebenarnya bukan merupakan hal baru di dalam dunia marketing. Sejak zaman dimana belum ada internet pun, brand besar di seluruh dunia pun sudah menerapkan strategi FOMO dalam melakukan pemasaran produk mereka. Namun dengan kemunculan internet, strategi FOMO ini menjadi jauh lebih mudah serta lebih efektif untuk diterapkan
 

Cara Menerapkan Strategi FOMO Dalam Marketing


Walaupun terdengar mudah, bukan berarti kita bisa menerapkan strategi FOMO ini dengan bebas begitu saja dalam usaha marketing kita . Jika terjadi kesalahan, calon pelanggan jadi tak percaya kita dan conversion rate kita justru bisa menurun drastis. Oleh karena itu, berikut ada beberapa cara dalam menerapkan strategi FOMO yang baik dan benar.

1. Diskon Yang Terbatas

Siapa sih yang bisa menolak diskon? Dari sisi konsumen, membeli barang dengan harga lebih murah dari harga normal adalah kesempatan emas yang tak bisa dilewatkan begitu saja. 

Namun, bagaimana jika diskon tersebut hanya berlangsung dalam waktu yang terbatas? Sudah pasti para calon pembeli akan lebih semangat untuk membeli produk tersebut karena tak mau ketinggalan diskon yang diberikan.

memberikan diskon dengan waktu yang terbatas termasuk strategi FOMO
Strategi FOMO yang satu ini merupakan strategi yang paling populer dan sudah banyak diterapkan di bisnis online. Tidak menjadi hal yang mengherankan karena strategi diskon terbatas ini memang sudah ampuh dan terbukti untuk meningkatkan nilai penjualan dalam waktu yang cepat.

2. Notification Penjualan Real-Time

Manusia cenderung akan mengikuti hal yang dilakukan orang lain. Hal tersebut dinamakan dengan social proof dan juga berlaku dalam dunia bisnis. Dimana seseorang akan merasa lebih nyaman untuk membeli suatu produk jika orang lain sudah membeli produk tersebut.

Menerapkan social proof dan juga FOMO di saat yang bersamaan pada usaha marketing dapat diimplementasikan dengan menggunakan plugin Live Sales Notification. Seperti namanya, plugin FOMO ini akan memunculkan notifikasi atau pesan pop-up secara real-time saat ada pembelian.

Dengan begitu, pembeli akan lebih yakin untuk melakukan pembelian karena mereka menyaksikan sendiri banyaknya proses transaksi yang berlangsung. Selain itu, pemberitahuan dari plugin ini hanya akan muncul dalam beberapa detik saja. Sehingga bisa menanamkan rasa penasaran kepada calon pembeli.

3. Menampilan Jumlah Pengguna Yang Aktif

Contoh penerapan lain dari social proof dan juga FOMO adalah dengan cara menampilkan jumlah pengguna ataupun pembeli aktif produk kita. Hal ini bisa menunjukkan bahwa sudah banyak orang yang percaya dan menjadi customer tetap dengan produk yang kita tawarkan. Serta akan membuat para pengunjung bertanya-tanya “Apa yang sudah mereka lewatkan?, Bagaimana cara klaim bonus sebelumnya?”

Salah satu contoh penerapan strategi online marketing ini sudah mulai diterapkan pada bisnis online yang tak hanya menampilkan jumlah member aktif, tapi juga total pembayaran.

Hasilnya, pengunjung percaya bahwa produk kita itu tidak tipu-tipu dan membuat mereka berpikir, ”Kenapa nggak dari dulu ya tau produk ini?” lalu membuat mereka berbondong bondong menggali informasi terkait produk kita.

4. Tunjukan Bahwa Produk Kita Sedang Digemari Oleh Banyak Orang

Strategi FOMO yang satu ini memiliki dua efek kepada para calon konsumen. Pertama, jika mereka tidak langsung membeli produk tersebut maka hilanglah kesempatan untuk membeli produk tersebut jika stok terbatas . Kedua, jika tidak membeli langsung produk tersebut, kemungkinan besar konsumen harus membeli produk lain dengan harga yang lebih mahal dibanding dengan harga yang kita berikan.

Salah satu contoh dari FOMO dengan menunjukkan kalau produk dibutuhkan banyak orang adalah mendorong calon konsumen yang memang sudah tertarik untuk segera membuat keputusan. Sebab, semakin lama konsumen menunda pembelian, bisa jadi produk tersebut akan dibeli oleh orang lain terlebih dahulu.

5. Membatasi Stok Produk

Strategi yang ini hampir serupa dengan FOMO di atas. Bedanya, alih - alih menampilkan kepopuleran produk, kita justru menampilkan sisa dari stok produk. 

Dengan begini, calon konsumen bisa tahu dengan jelas berapa sisa produk yang mereka inginkan sebelum mengalami kehabisan. Dengan ini akan memunculkan sense of urgency kepada para calon konsumen untuk segera membeli produk tersebut.

Oh ya, kita juga bisa melipatgandakan sense of urgency dari strategi ini dengan memberikan timer countdown. Jadi, produk tersebut hanya tersedia terbatas dalam jangka waktu tertentu saja atau yang kita kenal dengan flash sale. 

Untuk membuat timer countdown ini kita bisa mengikuti panduannya di artikel → Membuat Countdown Timer dengan JavaScript

6. Berikan Batasan Waktu Pesanan

Strategi FOMO yang satu ini sudah umum diterapkan pada pemesanan kamar hotel, tiket transportasi, konser, dan juga bioskop. Umumnya untuk jenis ini, batasan waktu berkisar antara 15 menit sampai setengah jam sebelum pesanan otomatis dibatalkan oleh sistem. 

Namun, tidak jarang juga ada website toko online yang memberikan waktu hingga 24 jam untuk menyelesaikan pembayaran. Sebab, produk pada toko online cenderung memiliki stok yang jauh lebih banyak serta tidak terbatas waktu (tidak seperti transportasi yang memiliki jam berangkat atau hotel dengan durasi menginap). 

Jadi, lamanya batasan waktu ini bisa disesuaikan menurut jenis bisnis online kita. Intinya adalah batasan waktu bisa menimbulkan sense of urgency kepada calon konsumen untuk segera membayar pesanannya.

7. Gratis Ongkir Terbatas

Sebanyak 9 dari 10 orang mengatakan kalau gratis ongkir menjadi alasan utama untuk memilih belanja secara online. Dengan kata lain, konsumen sangat menyukai dengan gratis ongkir. kita bisa memanfaatkan rasa cinta ini untuk strategi FOMO dengan menawarkan gratis ongkir terbatas.

Saat ada penawaran gratis ongkir yang terbatas, orang-orang cenderung untuk segera melakukan pembelian. Karena jika tidak, mereka akan melewatkan gratis ongkir dan harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya pengirimannya (yang seharusnya bisa dilakukan secara gratis). 

kita bisa memberi batasan waktu atau batasan jumlah pengguna yang bisa menggunakan gratis ongkir. Misalnya, gratis ongkir sampai tanggal sekian, hanya untuk berapa pengguna pertama saja atau hanya untuk minimal nominal pembelian.

8. Perbaiki Bagian Rekomendasi Produk

Memberikan rekomendasi produk berdasarkan apa yang dibeli ataupun dilihat konsumen merupakan praktik yang sudah sangat umum di toko online. Namun, kita bisa mengubah praktik ini menjadi lebih FOMO dengan cara yang simpel. Bagaimana?

Alih-alih mencantumkan “produk yang berkaitan” atau “rekomendasi produk yang mirip,” kita bisa mengubahnya menjadi, “Orang lain juga membeli produk ini”. Perubahan sederhana ini bisa menambahkan elemen social proof, sehingga bisa memicu perasaan FOMO pada konsumen.

9. Menjual Produk Secara Eksklusif dan Berkolaborasi dengan Influencer Hits

Strategi ini biasanya digunakan oleh brand yang bergerak di bidang fashion. Kita bisa menjual barang limited edition dalam waktu singkat. Misalnya, sepatu dengan corak tertentu yang bisa berubah warna jika berada di tempat terang. Untuk meningkatkan penjualan dan pelanggan cepat melakukan tindakan, cobalah bekerja sama dengan influencer yang sedang hits dan relevan dengan produk kita. Contoh, berkolaborasi membuat dress bersama fashion designer populer di Indonesia, seperti Ivan Gunawan, Zaskia Sungkar, Zaskia Adya Mecca, dan lainnya.

Walau strategi FOMO bisa membantu meningkatkan penjualan, kita tetap membutuhkan riset mendalam dan tim yang bisa membaca tren serta perilaku konsumen. Untuk itu, pelajari juga cara

10. Beri fitur spesial untuk pembeli pertama

Cara lama ini sangat efektif untuk diterapkan di tengah perilaku FOMO. Layanan dapat bermacam-macam, seperti gratis ongkos kirim, voucher, atau bonus tertentu. Beri kuota 10, 20, 30 atau bahkan 100 pembeli pertama akan mendapatkan layanan spesial tersebut. Metode ini selain efektif untuk menggaet konsumen, juga dapat menghasilkan banyak interaction bahkan conversion pada produk tertentu.

11. Menampilkan Orang yang Sudah Menggunakan Produk Kita

Untuk semakin mempengaruhi pelanggan saat menerapkan marketing FOMO, kita bisa menerapkan strategi digital marketing dengan menampilkan testimoni atau review pelanggan. Misalnya, menayangkan review positif dari pelanggan di media sosial, kolom ulasan di e-commerce, hingga menambahkan plugin di website. Jika perlu, tambahkan foto influencer atau logo perusahaan yang pernah membeli produk atau menggunakan jasa kita.
 

Siap Menerapkan FOMO pada Website kita?


Menerapkan FOMO pada bisnis kita ternyata tidak sulit bukan? Walaupun terbilang mudah, FOMO adalah strategi yang efektif meningkatkan penjualan karena memanfaatkan rasa takut manusia.

Oh ya, tahukah kamu bahwa dengan menggabungkan FOMO dengan strategi bisnis lainnya, penjualan kita masih bisa meningkat lebih jauh lagi? Tak percaya? Coba buktikan saja

Semoga artikel ini bermanfaat untuk meningkatkan penjualan bisnis online kita. Ngomong - ngomong soal bisnis, IDMETAFORA pun merupakan pembisnis yang siap melayani Jasa Pembuatan Web yang sudah terintegrasi yakni ERP. Tidak hanya itu Kami juga menyediakan Jasa Opersaional Bisnis lainnya. Bagi kamu yang berminat bisa Hubungi Kami di 0896 6423 0232 atau 0813 9399 3723. Untuk kamu yang berada di Daerah Yogyakarta dan sekitarnya bisa Kunjungi Kami langsung di Jl. Damai No.36, Sleman, Yogyakarta.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda